Selasa, 08 Desember 2009

SALES IN MIRACLE

SALES IN MIRACLE

Hari ini saya mengikuti sebuah sales training yang diadakan oleh IMA. Saya sangat kagum dengan semua peserta dan trainer nya yang begitu powerfull.

Training nya mencoba mengadaptasikan teknik NLP dalam Konsep dan Metode Selling. Hari ini saya secara khusus ingin membahas lebih lanjut tentang NLP dalam kaitannya dengan Selling. NLP singkatan dari Neuro Linguistic Programming merupakan sebuah metode pengoptimalan kelima panca indera untuk mengubah perilaku dan nilai kita. Neuro Linguistic Programming berguna dalam berbagai aspek kehidupan manusia termasuk selling.

Khusus untuk selling dengan NLP, kunci dalam menghasilkan selling adalah rapport, rapport, rapport dan rapport. Saya teringat sebuah presuposisi dalam NLP yaitu,tidak ada komunikasi yang buruk yang ada hanya kekurangan dalam membangun rapport. Rapport sendiri adalah proses harmonisasi diri secara bawah sadar dengan client kita. Proses nya dimulai dengan Pacing dan kemudian melakukan leading. Dalam proses pacing bisa dilakukan konsep Matching atau Mirroring dengan menyamakan fisiologi tubuh, intonasi suara, atau predikat pemilihan kata. Saat kita merasa cukup proses rapport, dilanjutkan dengan proses leading dengan mengarahkan ke selling.

Selain menggunakan Rapport untuk selling, NLP juga memanfaatkan bahasa hypnotic. Beberapa hari yang lalu saya sempat mengingat sebuah diskusi tentang selling di telepon. Saat itu ada seorang sales berkata “Maaf menggangu pagi-pagi saya X dari perusahaan Y ingin menawarkan kartu kredit dari Bank Y”. Dari penggunaan tata bahasa nya terlihat ia memberikan sebuah sugesti bahwa kehadiran nya ditelepon adalah menggangu calon customer nya. Hal ini sering dilakukan oleh beberapa sales. Bukankah jauh lebih positif saat kita menginstal nilai-nilai produk kita. Saya jadi ingat seorang penulis The Secret Joe Vitale pernah mendengar sebuah selling ditelepon yang begitu powerfull nya. Sales itu berkata “ Saya meminta waktu Anda 27 detik untuk menunjukkan sebuah cara mempermudah hidup Anda. Setelah 27 detik, terserah Anda ingin melanjutkan atau pun tidak melanjutkan”. Mengapa ia memilih detik ke 27 karena ia ingin menunjukkan ia menghormati waktu yang diberikan calon customer.
Kemudian ia membuat sugesti jika produk yang ditawarkan begitu bermanfaat buat client. Jadi sudahkah Anda menggunakan dan memperhatikan bahasa dalam Sales Anda. Saran saya, sebaiknya Anda menggunakan Sales Script terlebih dahulu sehingga Anda dapat dengan peka melihat format struktur bahasa yang Anda gunakan.

Masih banyak teknik NLP untuk Selling lain nya seperti konsep profiling dengan Meta Program, dan bagaimana mengatur emosi calon customer kita.

Salam Miracle
Yudhi K Gunawan
Trainer – Coach – Therapist
+62 81342 993939

Tidak ada komentar:

Posting Komentar